N A R K O B A
Gembus
dan Gombloh sedang berbincang-bincang mengenai kasus narkoba yang sedang marak,
di Negara yang tercinta ini. “Gimana Mbus, negeri kita akan dibawa kearah mana
?”Kata Gombloh mengawali ceritanya yang didengarkan oleh Gembus dan Fitrianto.
Jawab Gembus: ” Lha maunya lu mau dibawa kemana tho Mbloh ?”. Sahut Gombloh
lagi :” Lha ya jangan gitu tho Mbus, gue sih bicara sungguhan, aku kuwatir
kalau-kalau generasi yang akan datang bisa rusak hancur berantakan karena kecanduan
narkotik dan obat-obatan terlarang atau “narkoba”.
Siapa yang akan menjadi pewairs Negara kita yang dulu dikenal Negara yang kaya
raya “gemah ripah loh jinawi, tata-tentrem
kerta raharja” Coba bayangkan saja candu semacam psycho tropika yang seharusnya
hanya untuk orang sakit untuk meredam rasa sakit maupun rasa ketakutan atau
kalut, eee malah digemari, dijadikan idola yang menyesatkan dan merusak
segala-galanya, ya sarafnya ya psikologisnya ya perasaan sosialnya,
kehilangan
etika keagamaannya, pokoknya segala macam perasaan maupun kerja otak terganggu
semuanya, akibatnya menjadikan orang ketergantungan terhadap obat terlarang
itu. Orang kalau sudah kecanduan narkoba maka segala-galanya jadi malas, malas
belajar bagi seorang siswa, malas kerja bagi orang dewasa, keinginannya hanya
bersenang-senang, bermalas-malasan, kalau tidak punya uang untuk beli narkotik si sumber maksiat itu akibatnya
ya menipu, mencuri, nodong, nggarong, pokoknya yaa hal-hal yang bisa merusak
norma-norma kesusilaan. Apa namanya nggak merusak tatanan yang sudah kita
punyai, ialah tata karma yang adiluhung, gitu tho!” ujar Gombloh.
Gembus-pun
angkat bicara :” Lha, iya tho, saya juga tidak habis mikir, jangan-jangan ada
reka yasa dari luar negeri yang sengaja ingin meruntuhkan negera kita. Dulu sih
kata orang bahwa narkoba yang singgah ke Indonesia hanya untuk transit saja,
kemudian berubah jadi pangsa pasar yang potensial, karena di negara tetangga
kita hukuman bagi pengedar maupun pemakai narkoba dihukum berat sehingga
kemungkinan kapok, namun di negara kita hukumannya tidak terlalu keras sehingga
ya tidak kapok malah semakin merebak. Malah saya dengar ada seorang cewek
namanya Corby warga Negara Australia, kelahiran Brisbane, Autralia tahun 1977,
konon kabarnya masih berstatus Mahasiswi Kecantikan di Brisbane, Australia. Dia
ketangkap pada tanggal 8 Oktober 2004 oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah
Rai, di Bali karena membawa barang haram mariyuana seberat 4,2 kg. Tanggal 17
Januari 2005 dia disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar, tanggal 21 April
2005 dia dituntut hukuman seumur hidup, tanggal 27 Mei 2005, dia divonis
hukuman 20 tahun penjara , tanggal 14 Juni 2005 dia mengajukan memori banding.
Nah itu kan
sudah keterlaluan banget, menganggap tanah air yang kita cintai ini dianggap
gudang sampah narkotik terlarang itu. Menurut berita yang saya dengar 1,5 %
penduduk Indonesia mengkonsumsi narkoba, jadi + sekitar 3,2 juta jiwa
kecanduan narkoba pembawa petaka itu, tiap tahunnya yang meninggal dunia akibat
narkoba ada 15 ribu jiwa. Kalau dulu negeri tercinta kita ini sebagai Negara
transit, penyelundupan narkoba tetapi kabarnya malah sekarang jadi meningkat,
yaitu sudah ada yang berani memproduksi di Indonesia, yaitu dengan
terbongkarnya pabrik narkoba di Bandung, yang kapasitasnya tiap harinya
memproduksi + 15 ribu tablet narkoba, coba bayangkan berapa jumlah
produksinya kalau tidak kebongkar, tiap tahunnya bisa mencapai 5,46 juta
tablet, lha kalau per tablet seharga Rp.50.000,-mungkin ya kira-kira ada 273
milyar rupiah. Jumlah uang yang cukup besar dan membawa malapetaka besar pula
karena menghancurkan generasi masa depan anak bangsa. Kabarnya Presiden kita
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan memberikan grasi terhadap kejahatan
narkoba. Oya Mas Fit, bagaimana pendapat Mas tentang masalah pil-pil ekstasi si
penyebab masiyat itu ? Fitrianto-pun berkomentar, katanya :
“
Pada tanggal 28 Juni 2005, di Istana Negara
R.I. diadakan upacara peringatan Hari
Internasional Melawan Penyalahgunaan dan Peredaran “NARKOBA” Ada yang mengatakan
peringatan “Hari Anti Madat”. Dalam
pernyataannya beliau mengemukakan bahwa terhadap pelaku kejahatan narkoba ini,
pemerintah bersikap tegas dan tidak pandang bulu. Siapapun yang terlibat akan
diseret kepengadilan. Apapun keputusan pengadilan akan dijalankan, baik
terhadap warga Negara kita maupun warga Negara asing.Presiden dalam kata sambutannya
mengucapkan penghargaan terhadap upaya pemberantasan kejahatan narkoba.
Penghargaan itu disampaikan kepada Ketua BNN (Badan Narkotika Nasional) dan
jajarannya, yang telah berupaya untuk memberantas narkoba. Juga dalam
peringatan itu ditanda tangani kebulatan tekad oleh para ketua rektor baik
negeri maupun swasta se Indonesia
untuk membersihkan narkoba dari kampus perguruan tinggi baik negeri maupun
swasta.. Juga dihadirkan testimony atau pengakuan dari dua orang mantan pecandu
narkoba dan dia mengaku telah sembuh karena mendapatkan perawatan yang intensif
dari panti rehabilitasi korban narkotika, dan dia menghimbau agar kepada korban
narkoba jangan disia-siakan, mohon dibina , jangan dianggap sebagai sampah yang
tak ada manfaatnya dan tidak bisa memberi manfaat pula. Juga disebut-sebut
bahwa anak-anak pelajar juga sudah disusupi oleh orang-orang pengedar narkotik,
oleh orang yang tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan generasi anak
bangsa, sampai-sampai anak Sekolah Dasar, sudah dipengaruhi untuk mengkonsumsi
barang haram tersebut.
Selain
dalam kesempatan tersebut, Presiden kita juga kebanjiran laporan atau banyak
menerima pengaduan-pengaduan tentang penyelewengan atau KKN, maupun penyalah
gunaan narkoba melalui “pelayanan pesan
singkat” atau “SMS (short massage service)” Presiden SBY juga membalas SMS dari
masyarakat Indonesia yang mengirimkannya, beliau menghimbau kepada masyarakat
agar segera mungkin menghentikan penyalah gunaan dan kejahatan narkoba sekarang
juga. Presiden mengajak masyarakat membangun bangsa yang cerdas, sehat, dan
maju. Pengiriman SMS dari Presiden kepada masyarakat luas pengguna HP, beliau
bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional, menurut Juru Bicara Kepresidenan,
Andi Mallarangeng, adalah merupakan bentuk kepedulian seorang Presiden terhadap
rakyatnya.
Dari
beberapa uraian tersebut diatas kita sudah mengetahui dengan jelas sekali
tentang keburukan dari narkoba, antara lain merusak saraf, psikisnya terganggu,
dengan mengkonsumsi narkoba maka akan merusak “hati nurani”, apabila pelajar mengkonsumsinya, maka ia akan rusak
prestasinya, bagi orang dewasa hanya ingin kepenak dan makan enak tapi malah
malas bekerja. Apabila mengkonsumsinya lebih lama lagi maka ia akan lebih parah
lagi, ia akan rusak segala-galanya, baik psikis maupun fisiknya, organ-organ
tubuhnya. Dan ia dapat dipastikan akan menjauhi agamanya dan menjauhi dari
beribadat kepada Allah Swt. Dan sudah jelaslah bahwa perbuatan kecanduan
narkoba adalah perbuatan syetan yang terkutuk dan haram untuk dikonsumsi.
Meskipun pemerintah melarangnya dan mengancam dengan hukuman berat, namun
syetan dengan segala tipu dayanya dan menimbulkan nafsu amarah yang mendorong
kepada hal-hal yang distruktif, yang sifatnya merusak. Sehingga hati nurani si
pemadat akan tertutup dan akan melakukan perbuatan-perbuatan yag menjurus
kepada amoral. Dan biasanya kebanyakan narkoba beredar di diskotik-diskotik,
tempat hiburan yang hingar bingar. Dalam Al Qur’an disebutkan, Firman-Nya :
Artinya:” Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya
nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat
oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang” (
Q.S.Yusuf,12: 53 ).
Nafsu amarah (yang menimbulkan
aktifitas) ada dua macam:
1) Nafsu Amarah Khair/Aktifitas Konstruktif.
2) Nafsu Amarah
Bisu`/Aktifitas Destruktif.
Ad.1). Nafsu Amarah Khair:
Nafsu Amarah Khair akan
menghasilkan aktifitas atau amalan-amalan yang sifatnya konstruktif, asalkan
dari manusianya itu sendiri bisa mengendalikan/ memenej nafsu tsb.
Amalan-amalan konstruktif ini mempunyai karakter mengarah kepada kebaikan, akan
menghasilkan amalan-amalan shalih: kalau dilandasi dengan iman dan taqwa dan
diniati dengan niat ibadah maka akan mendapatkan balasan dari Allah Swt. yaitu
pahala. Semua aktifitas/amalan menggunakan energi, energi itu adalah pemberian
dari Allah Swt., diakhirat kelak akan dimintai pertanggung-jawaban atas semua
pemberian Nya, untuk apa digunakan. Semua pemberian dari Allah Swt. akan
dipertanyakan termasuk: umur, harta
benda, dan amalan baik maupun buruk. Semua amalan pasti akan mendapat balasan
Nya sesuai dengan apa yang diperbuatnya, tidak terlewatkan sedikitpun meskipun
sebesar zarah./biji sawi/atoom.
Ad 2) .Nafsu Amarah Bisu` / Aktifitas Destruktif:
Nafsu amarah bisu` akan
menghasilkan aktifitas atau perbuatan-perbuatan yang sifatnnya
destruktif/merusak/negatif yang menyimpang dari pada tuntunan agama. Kalau pada
nafsu mutmainah akan mendapatkan hidayah/petunjuk dari Allah Swt. akan
mengikuti jalan yang benar, dan malaikat akan menyertainya sambil membisikan
kebaikan, tetapi kebalikannya bagi hati yang terlalu kotor, akibat narkoba,
hati menjadi karatan akibat dari perbuatan-perbuatan: kezaliman, nifak ,fasik, fasad, kafir, musrik, maka “hati nuraninya” sudah tertutup tidak
menerima lagi cahaya hidayah-Nya. Masuk kedalam kegelapan karena ulah dirinya
sendiri / menyesatkan dirinya sendiri (zulmuun
li nafsihi).
Seperti yang pernah disebutkan
dimuka bahwa “syaitan akan selalu membisik-bisikan dengan menakut-nakuti
kefakiran, dan menyuruh perbuatan mungkar, mengajak menentang perintah
(meskipun syaitan itu sendiri takut pada Allah), membagus-baguskan perbuatan yang
salah, provokator/penggosip, agar manusia berbuat zalim, fasik, fasad, munafik,
kafir, musrik dan semua perbuatan yang dimurkai oleh Allah Swt.
Untuk itu marilah kita benahi diri
kita dengan diawali dari diri kita masing-masing, sebelum menasehati orang lain,
kita yakin bahwa hidup bukan hanya sekali ini saja namun sesudah mati kita akan
dibangkitkan kembali, dan disanalah kita akan diadili sesuai dengan amal usaha
kita sewaktu hidup di dunia yang fana ini. Firman Allah Swt dalam Al Qur’anul Karim :
Artinya:” Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam
keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barang siapa yang
mengerjakan kebaikan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan
barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan
melihat (balasan)nya pula” (Q.S.Zalzalah, 99: 6-8)
Kiranya cukup sekian dahulu.
Wassalamu’alaikum w.w.
Obrolan Fit & Gembus By Sunanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar