Jumat, 11 Mei 2012

N A R K O B A


N A R K O B A
Gembus dan Gombloh sedang berbincang-bincang mengenai kasus narkoba yang sedang marak, di Negara yang tercinta ini. “Gimana Mbus, negeri kita akan dibawa kearah mana ?”Kata Gombloh mengawali ceritanya yang didengarkan oleh Gembus dan Fitrianto. Jawab Gembus: ” Lha maunya lu mau dibawa kemana tho Mbloh ?”. Sahut Gombloh lagi :” Lha ya jangan gitu tho Mbus, gue sih bicara sungguhan, aku kuwatir kalau-kalau generasi yang akan datang bisa rusak hancur berantakan karena kecanduan narkotik dan obat-obatan terlarang atau “narkoba”. Siapa yang akan menjadi pewairs Negara kita yang dulu dikenal Negara yang kaya raya “gemah ripah loh jinawi, tata-tentrem kerta raharja” Coba bayangkan saja candu semacam psycho tropika yang seharusnya hanya untuk orang sakit untuk meredam rasa sakit maupun rasa ketakutan atau kalut, eee malah digemari, dijadikan idola yang menyesatkan dan merusak segala-galanya, ya sarafnya ya psikologisnya ya perasaan sosialnya,
kehilangan etika keagamaannya, pokoknya segala macam perasaan maupun kerja otak terganggu semuanya, akibatnya menjadikan orang ketergantungan terhadap obat terlarang itu. Orang kalau sudah kecanduan narkoba maka segala-galanya jadi malas, malas belajar bagi seorang siswa, malas kerja bagi orang dewasa, keinginannya hanya bersenang-senang, bermalas-malasan, kalau tidak punya uang untuk beli narkotik si sumber maksiat itu akibatnya ya menipu, mencuri, nodong, nggarong, pokoknya yaa hal-hal yang bisa merusak norma-norma kesusilaan. Apa namanya nggak merusak tatanan yang sudah kita punyai, ialah tata karma yang adiluhung, gitu tho!” ujar Gombloh.
Gembus-pun angkat bicara :” Lha, iya tho, saya juga tidak habis mikir, jangan-jangan ada reka yasa dari luar negeri yang sengaja ingin meruntuhkan negera kita. Dulu sih kata orang bahwa narkoba yang singgah ke Indonesia hanya untuk transit saja, kemudian berubah jadi pangsa pasar yang potensial, karena di negara tetangga kita hukuman bagi pengedar maupun pemakai narkoba dihukum berat sehingga kemungkinan kapok, namun di negara kita hukumannya tidak terlalu keras sehingga ya tidak kapok malah semakin merebak. Malah saya dengar ada seorang cewek namanya Corby warga Negara Australia, kelahiran Brisbane, Autralia tahun 1977, konon kabarnya masih berstatus Mahasiswi Kecantikan di Brisbane, Australia. Dia ketangkap pada tanggal 8 Oktober 2004 oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, di Bali karena membawa barang haram mariyuana seberat 4,2 kg. Tanggal 17 Januari 2005 dia disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar, tanggal 21 April 2005 dia dituntut hukuman seumur hidup, tanggal 27 Mei 2005, dia divonis hukuman 20 tahun penjara , tanggal 14 Juni 2005 dia mengajukan memori banding. Nah itu kan sudah keterlaluan banget, menganggap tanah air yang kita cintai ini dianggap gudang sampah narkotik terlarang itu. Menurut berita yang saya dengar 1,5 % penduduk Indonesia mengkonsumsi narkoba, jadi + sekitar 3,2 juta jiwa kecanduan narkoba pembawa petaka itu, tiap tahunnya yang meninggal dunia akibat narkoba ada 15 ribu jiwa. Kalau dulu negeri tercinta kita ini sebagai Negara transit, penyelundupan narkoba tetapi kabarnya malah sekarang jadi meningkat, yaitu sudah ada yang berani memproduksi di Indonesia, yaitu dengan terbongkarnya pabrik narkoba di Bandung, yang kapasitasnya tiap harinya memproduksi + 15 ribu tablet narkoba, coba bayangkan berapa jumlah produksinya kalau tidak kebongkar, tiap tahunnya bisa mencapai 5,46 juta tablet, lha kalau per tablet seharga Rp.50.000,-mungkin ya kira-kira ada 273 milyar rupiah. Jumlah uang yang cukup besar dan membawa malapetaka besar pula karena menghancurkan generasi masa depan anak bangsa. Kabarnya Presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan memberikan grasi terhadap kejahatan narkoba. Oya Mas Fit, bagaimana pendapat Mas tentang masalah pil-pil ekstasi si penyebab masiyat itu ? Fitrianto-pun berkomentar, katanya :
“ Pada tanggal 28 Juni 2005, di Istana Negara R.I. diadakan upacara peringatan Hari Internasional Melawan Penyalahgunaan dan Peredaran “NARKOBA” Ada yang mengatakan peringatan “Hari Anti Madat”. Dalam pernyataannya beliau mengemukakan bahwa terhadap pelaku kejahatan narkoba ini, pemerintah bersikap tegas dan tidak pandang bulu. Siapapun yang terlibat akan diseret kepengadilan. Apapun keputusan pengadilan akan dijalankan, baik terhadap warga Negara kita maupun warga Negara asing.Presiden dalam kata sambutannya mengucapkan penghargaan terhadap upaya pemberantasan kejahatan narkoba. Penghargaan itu disampaikan kepada Ketua BNN (Badan Narkotika Nasional) dan jajarannya, yang telah berupaya untuk memberantas narkoba. Juga dalam peringatan itu ditanda tangani kebulatan tekad oleh para ketua rektor baik negeri maupun swasta se Indonesia untuk membersihkan narkoba dari kampus perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.. Juga dihadirkan testimony atau pengakuan dari dua orang mantan pecandu narkoba dan dia mengaku telah sembuh karena mendapatkan perawatan yang intensif dari panti rehabilitasi korban narkotika, dan dia menghimbau agar kepada korban narkoba jangan disia-siakan, mohon dibina , jangan dianggap sebagai sampah yang tak ada manfaatnya dan tidak bisa memberi manfaat pula. Juga disebut-sebut bahwa anak-anak pelajar juga sudah disusupi oleh orang-orang pengedar narkotik, oleh orang yang tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan generasi anak bangsa, sampai-sampai anak Sekolah Dasar, sudah dipengaruhi untuk mengkonsumsi barang haram tersebut.
Selain dalam kesempatan tersebut, Presiden kita juga kebanjiran laporan atau banyak menerima pengaduan-pengaduan tentang penyelewengan atau KKN, maupun penyalah gunaan narkoba melalui “pelayanan pesan singkat”  atau “SMS (short massage service)” Presiden SBY juga membalas SMS dari masyarakat Indonesia yang mengirimkannya, beliau menghimbau kepada masyarakat agar segera mungkin menghentikan penyalah gunaan dan kejahatan narkoba sekarang juga. Presiden mengajak masyarakat membangun bangsa yang cerdas, sehat, dan maju. Pengiriman SMS dari Presiden kepada masyarakat luas pengguna HP, beliau bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional, menurut Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, adalah merupakan bentuk kepedulian seorang Presiden terhadap rakyatnya.
Dari beberapa uraian tersebut diatas kita sudah mengetahui dengan jelas sekali tentang keburukan dari narkoba, antara lain merusak saraf, psikisnya terganggu, dengan mengkonsumsi narkoba maka akan merusak “hati nurani”, apabila pelajar mengkonsumsinya, maka ia akan rusak prestasinya, bagi orang dewasa hanya ingin kepenak dan makan enak tapi malah malas bekerja. Apabila mengkonsumsinya lebih lama lagi maka ia akan lebih parah lagi, ia akan rusak segala-galanya, baik psikis maupun fisiknya, organ-organ tubuhnya. Dan ia dapat dipastikan akan menjauhi agamanya dan menjauhi dari beribadat kepada Allah Swt. Dan sudah jelaslah bahwa perbuatan kecanduan narkoba adalah perbuatan syetan yang terkutuk dan haram untuk dikonsumsi. Meskipun pemerintah melarangnya dan mengancam dengan hukuman berat, namun syetan dengan segala tipu dayanya dan menimbulkan nafsu amarah yang mendorong kepada hal-hal yang distruktif, yang sifatnya merusak. Sehingga hati nurani si pemadat akan tertutup dan akan melakukan perbuatan-perbuatan yag menjurus kepada amoral. Dan biasanya kebanyakan narkoba beredar di diskotik-diskotik, tempat hiburan yang hingar bingar. Dalam Al Qur’an disebutkan, Firman-Nya :
Artinya:” Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang” ( Q.S.Yusuf,12: 53 ).
Nafsu amarah (yang menimbulkan aktifitas) ada dua macam:
1) Nafsu Amarah Khair/Aktifitas Konstruktif.
2) Nafsu Amarah Bisu`/Aktifitas Destruktif.
Ad.1). Nafsu Amarah Khair:
Nafsu Amarah Khair akan menghasilkan aktifitas atau amalan-amalan yang sifatnya konstruktif, asalkan dari manusianya itu sendiri bisa mengendalikan/ memenej nafsu tsb. Amalan-amalan konstruktif ini mempunyai karakter mengarah kepada kebaikan, akan menghasilkan amalan-amalan shalih: kalau dilandasi dengan iman dan taqwa dan diniati dengan niat ibadah maka akan mendapatkan balasan dari Allah Swt. yaitu pahala. Semua aktifitas/amalan menggunakan energi, energi itu adalah pemberian dari Allah Swt., diakhirat kelak akan dimintai pertanggung-jawaban atas semua pemberian Nya, untuk apa digunakan. Semua pemberian dari Allah Swt. akan dipertanyakan termasuk: umur, harta benda, dan amalan baik maupun buruk. Semua amalan pasti akan mendapat balasan Nya sesuai dengan apa yang diperbuatnya, tidak terlewatkan sedikitpun meskipun sebesar zarah./biji sawi/atoom.
Ad 2) .Nafsu Amarah Bisu` / Aktifitas Destruktif:
Nafsu amarah bisu` akan menghasilkan aktifitas atau perbuatan-perbuatan yang sifatnnya destruktif/merusak/negatif yang menyimpang dari pada tuntunan agama. Kalau pada nafsu mutmainah akan mendapatkan hidayah/petunjuk dari Allah Swt. akan mengikuti jalan yang benar, dan malaikat akan menyertainya sambil membisikan kebaikan, tetapi kebalikannya bagi hati yang terlalu kotor, akibat narkoba, hati menjadi karatan akibat dari perbuatan-perbuatan: kezaliman, nifak ,fasik, fasad, kafir, musrik, maka “hati nuraninya” sudah tertutup tidak menerima lagi cahaya hidayah-Nya. Masuk kedalam kegelapan karena ulah dirinya sendiri / menyesatkan dirinya sendiri (zulmuun li nafsihi).
Seperti yang pernah disebutkan dimuka bahwa “syaitan akan selalu membisik-bisikan dengan menakut-nakuti kefakiran, dan menyuruh perbuatan mungkar, mengajak menentang perintah (meskipun syaitan itu sendiri takut pada Allah), membagus-baguskan perbuatan yang salah, provokator/penggosip, agar manusia berbuat zalim, fasik, fasad, munafik, kafir, musrik dan semua perbuatan yang dimurkai oleh Allah Swt.
Untuk itu marilah kita benahi diri kita dengan diawali dari diri kita masing-masing, sebelum menasehati orang lain, kita yakin bahwa hidup bukan hanya sekali ini saja namun sesudah mati kita akan dibangkitkan kembali, dan disanalah kita akan diadili sesuai dengan amal usaha kita sewaktu hidup di dunia yang fana ini. Firman Allah Swt  dalam Al Qur’anul Karim :
Artinya:” Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka  (balasan) pekerjaan mereka. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (Q.S.Zalzalah, 99: 6-8)
Kiranya cukup sekian dahulu. Wassalamu’alaikum w.w.
Obrolan Fit & Gembus By Sunanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar