PILKADES
Di Balai Rt. 1 / Rw. XX terlihat perbincangan antara Fit dengan
Gembus, seperti biasanya setiap hari Minggu pagi sehabis jalan-jalan
pagi.Tetapi tiba-tiba muncul seorang teman yang lama tidak muncul, namanya Puja
Sasmita tetapi biasa disebut Bang Jenggot karena ia mempunyai jenggot lebat,
tetapi tak berkumis. Bang Jenggot ini lahir di Betawi, ibunya keturunan Jawa
ayahnya keturunan Sunda. Bang Jenggot mengucapkan salam :“Assalamu-’alaikum
warahmatullahi wabaraktuh”. Kemudian jawab mereka serentak :”Wa’alaikumussalam
warahmatullahi wabarakatuh”. Setelah Fit dan Gembus menjawab salam Bang
Jenggot, Bung Gembus nyelentuk :” Ehh, tumben Abang Jenggot datang. Bagaimana
Bang keadaannya, sehat-sehat saja kan ?”
“ Yaa, ya sehat-sehat sajalah,
bagaimana Mas Fit dan Bung Gembus ?” Jawab Bang Jenggot. Seperti dikomando maka
keduanya menyahut :” Alhamdulillah”.
Bang Jenggot meneruskan bicaranya :” Maaf, yaaa saya baru nongol hari
ini, sibuk siihh.”. “ Ngapain lu, Bang?”, sahut Gembus. “ Apa Bung Gembus belum
dengar kabarnya bahwa Bang Jenggot sedang mempersiapkan Pilkades?”, sela Mas Fit. Tak kalah gesitnya Gembus yang punya
tabiat “jocker” itu ikut nimbrung berkoar :“ Ouu, gitu thaa, slamet, slamet,
yaa ! Saya jadi ketinggalan jaman, nggak denger kalau Abang mau sungguh-sungguh
njago Kades. Kades mana Bang ? Apa Kepala Desa “ Waru Doyong “ sini ? Saya
sebetulnya dikit-dikit denger, namun setengahnya kagak percaya apa iya Abang
mau nyalon, kelihatannya fanatik agama gitu tha, lha wong jenggotnya saja tebel
amat, apa iya kepingin adu kemampuan jadi Kepala Desa? Apa yang milih nggak
kewatir ama situ yang kelihatan fanatik gitu. Nanti jangan-jangan semua orang
dipaksa ngingu jenggot.”. Fit dengan sigapnya cepat-cepat memotong pembicaraan
Gembus :” Sudah, sudah, Bung, jangan dipanjang lebarkan kan nggak baik. Maaf ya
Bung Gembus dan Bang Jenggot saya memotong pembicaraan, rasa-rasanya telinga saya
jadi gatal mendengar kata-kata itu.” Bertiga terdiam sejenak situasi jadi agak
kikuk, menunggu siapa yang akan meneruskan pembicaraan setelah ada sindiran
Gembus tersebut. Bang Gembus tidak bermaksud menyakiti temannya karena sudah
terbiasa gojegan, saling ejek, namun Fit menyadari bahwa Bang Jenggot sudah
menyalonkan Kades tentunya perasaannya sudah agak lain tidak seperti dulu lagi.
Dengan tegoran Mas Fit rupa-rupanya Gembus tersadar akan kekeliruannya. “ Maaf,
ya Bang saya lupa diri “, pinta Gembus memelas. “ Ya, saya juga ya Bung seandainya
terlihat wajahku tadi agak cemberut “, sahut Bang Jenggot. “ Alhamdulillah “,
cetus Mas Fit sambil menghela nafas lega. Kedua-duanya nampak cerah kembali
ketika Bung Gembus memulai terlebih dulu menyalami Bang Jenggot. “Nah syukurlah
apabila diantara kita sudah tak ada ganjelan lagi, itu namanya zero-zero mind kata orang sono.
Maksudnya masing-masing terima kosong-kosong, lebur dari dosa. Karena Allah
Swt. Tak akan mengampuni dosa seseorang apabila berbuat dosa kepada orang lain,
kecuali kalau orang yang dizalimi mau
memaafkannya. Ingatlah orang yang mengejek, mencaci maki, mengumpat itu diancam
masuk ke neraka Weil, yaitu neraka yang paling celaka. Sedangkan orang yang
mencari-cari kesalahan orang lain saja sudah termasuk dosa. Ingat pula
firman-Nya :“Janganlah engkau
mengintai-intai kesalahan orang lain dan jangan kamu mencela”, dosanya sama
dengan makan daging bangkai temannya yang sudah meninggal dunia, maka akan
jijik. Na’udzu billahi min dzalik.”
“Oya
Mas, sebetulnya ane mau tanya ama Mas Fit, ini lho ada teman yang memberi
nasehat agar mempelajari tentang tabiat atau karakter manusia menurut E.
Spanger. Katanya calon Lurah harus paham karakter seseorang agar dalam
menghadapi bermacam-macam sifat manusia bisa memahami dan mengatasi dengan
bijaksana, ini lho referensinya.”Kata Bang Jenggot sambil menyerahkan selembar
kertas foto copy-an, lalu Fit membacanya
:
Tipe-tipe manusia menurut E. Spanger.
|
Nilai
Peradaban
|
Bentuk
Hidup
|
Ciri-ciri
|
|
1.Ekonomi
|
Manusia
Ekonomi
|
Ia
Bekerja
|
|
2.Politik
|
Manusia
Berkuasa
|
Ia
Berkuasa
|
|
3.Masyarakat
|
Manusia
Sosial
|
Ia
Mengabdi
|
|
4.Ilmu
Pengtahuan
|
Manusia
Teoritis
|
Ia
Berpikir
|
|
5.Kesenian
|
Manusia
Estetis
|
Ia
Menikmati
|
|
6.Agama
|
Manusia
Religius
|
Ia
Menyembah
|
Bung Gembus-pun ikut mengamatinya sambil berbisik :” Ini patesnya
untuk Abang Jenggot yang nomor satu dan nomor enam, ekonomi dan agama. Ini
menurut kata hati saya lha Mas Fit.
Bang Jenggot sih dalam wiraswastanya cukup berhasil, uang banyak, dan lagi
agamanya lebih mendingan bila dibandingkan dengan saya “. Kata-kata Bung Gembus
kelihatannya tak begitu dipedulikan oleh Bang jenggot, Bang Jenggot meminta
kepada Mas Fit agar mau menje-laskan apa maksudnya tipe-tipe orang tersebut
diatas. Mas Fit pun mau menjelaskannya :
“ Begini Bang menurut pendapat saya kurang lebihnya :
1.Ekonomi, tipe seperti ini adalah manusia
yang dalam bentuk atau gaya hidupnya selalu menomor satukan kepentingan
ekonomi, harta benda; kekayaan, kemewahan ia adalah idolanya. Ciri-cirinya
orang seperti ini adalah ia giat bekerja, ibarat pepatah “time is money”.
2.Politik, manusia bertipe politik adalah manusia yang haus akan
jabatan, kekua-saan, ia menganggap bahwa kekuasaannya adalah atas perjuangannya
sendiri tanpa bantuan atau dukungan orang lain, karakter yang buruk apabila ia
mempunyai sifat-sifat sebagai berikut “TENGIL”:
(Takabur, Egois, Norak, Galak,
Iri-dengki, Licik).
Sifat buruk Penguasa yang bersifat TENGIL :
-Takabur, ia selalu
membangga-banggakan diri, bahwa orang lain tak ada artinya apa-apa, dia-lah
yang paling super dan paling berjasa dan lain sebagainya.
-Egois, ia hanya
mementingkan diri sendiri, meskipun orang lain mendapat kesengsaraan, ia tak
akan peduli, asalkan kepentingannya sendiri sudah terpenuhi.
-Norak, penampilan yang
jorok, tak tahu adat kesopanan, hanya dialah yang paling benar, yang lainnya
diangap dungu.
-Galak, pemarah, suka
mencari-cari kesalahan orang lain, meskipun sebetulnya dialah yang salah tapi
selalu mencari kambing hitam bahwa orang lainlah yang salah.
-Iri-dengki, kalau ada orang lain
yang mendapatkan kebahagiaan atau keberuntungan selalu saja ia tak senang,
terus memfitnah, menjelek-jelekkan orang lain tersebut.
-Licik, ia tidak sportip dalam
segala hal, orang demikian biasanya tidak mau mengakui kekalahan atau kekurangan
yang ada pada dirinya; atau tidak mau mengakui keunggulan orang lain maka
dicarilah kesempatan untuk menjegalnya atau menjatuhkannya dengan jalan
menfitnah dengan segala kelicikannya. Nah, kalau ingin jadi pemimpin yang baik
hindarkanlah betul-betul sifat TENGIL.
3.Masyarakat, orang yang bertipe manusia masyarakat adalah manusia
sosial: ia suka tolong-menolong, pengabdiannya kepada lingkungan sekitar amat
tinggi.
4. Ilmu Pengetahuan, manusia bertipe seperti ini lebih mengutamakan
teori dari pada kerja di lapangan. Ia sangat gemar belajar, suka menimba ilmu
sehingga merasa dirinya lebih pandai daripada yang lainnya. Ia sebagai pemikir,
konseptor baginya memang baik, akan tetapi kalau tidak disertai study lapangan
maka hasilnya akan kurang menguntungkan atau kurang memuaskan.
5.Kesenian, ia senang menikmati keindahan, manusia estetis ini
mempunyai sudut pandang dari kaca mata keindahan. Biasanya senang pada hal-hal
yang menyentuh perasaan, emosional, sensitif dan kesukaannya hal-hal yang
bersifat seni budaya, musik, keindahan alam, panorama, lebih menonjol
perasaannya dari pada akal pikirannya.
6.Manusia
Agama, menurut pandangan orang Barat, ialah manusia yang keseha-riannya
beribadah atau bersembahyang terus menerus, tidak memikirkan keduniaan sama
sekali. Pandangan ini seolah-olah terdapat dikotomi, kalau sudah memilih agama
ya berarti akan me-ninggalkan duniawiyah. Ini pandangan yang keliru, dan harus
diluruskan karena Allah sendiri memerintahkan : ”Carilah apa-apa yang datang dari Allah untuk kampung akhirat (surga),
akan tetapi jangan melupakan kehidupan di dunia”. Nabi juga mengingatkan
kepada ummatnya :”Carilah keduniaan
seolah-olah kamu akan hidup selamanya, akan tetapi beribadahlah kamu
seolah-olah kamu akan mati besok.”
Dunia dan akhirat bagaikan dua sisi keping mata uang yang tak dapat
dipisahkan, seharusnya dunia adalah ladang untuk mencari kebahagiaan di dunia
dan mencari bekal untuk akhirat nanti, sesuai dengan firman-Nya :” Berbekalah kamu, sebaik-baik bekal adalah
taqwa”.
Jadi semua tipe-tipe manusia baik, asalkan kesemuanya dilandasi dengan
agama. Agamalah yang menuntun manusia kearah yang benar, seperti kemarin yang
sudah saya jelaskan kepada Bung Gembus, yaitu dengan meningkatkan Kecerdasan
Spiritual (SQ=Spritual Quotient), maka otomatis akan meningkat pula Kecerdasan
Emosional (EQ=Emotional Quotient), karena spiritualisme mampu membangun
Kecerdasan Emosional, yang bisa digunakan sebagai dasar-dasar pokok leader ship
dan manajemen yaitu :~Integritas atau kejujuran; ~Energi atau semangat; ~Inspirasi
atau ide dan inspiratif; ~Wisdom atau bijaksana; ~Keberanian dalam mengambil
keputusan. Orang sukses hanya
memerlukan Intelektual (IQ) 20 % nya
saja, yang besar justru Kecerdasan Emosionalnya (EQ) sebesar 80 %. Pemalas dan
pemabok EQ-nya sangat rendah.
Insya Allah apabila amalan agamanya baik, menjauhi perbuatan maksiat,
maka hati nuraninya akan bersih, dan akan mendapat hidayah atau petunjuk dari
Yang Maha Kuasa untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, adil, berwibawa dan
disegani masyarakat. Ia akan dapat menggunakan “kata hati”nya yang baik itu guna memimpin. Hindarilah ‘TENGIL’, Amiin”, seru ketiganya hampir
berbarengan. Wassalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh.
Obrolan :
Fit dan Gembus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar